Andalan

Esai Parlemen Remaja 2016 : Love your Field Penawar Rindu Sepetak Lahan Sawah

Esai ini saya yakin masih belum sempurna. Namun Allah telah memberikan kebahagiaan melalui jalan yang tak pernah saya kira sebelumnya. Itulah hidup. Semuanya selalu memiliki kelambu yang dibaliknya terdapat kabut misterius. Namun dibalik kabut tersebut, tersimpan jutaan penantian akan masa depan kita.

Lanjutkan membaca “Esai Parlemen Remaja 2016 : Love your Field Penawar Rindu Sepetak Lahan Sawah”

Nadir #1

Maaf jika aku jarang ngepost… hehe

Akibat sibuk mengurai benang penjalin masa lalu dengan masa depan

Memang sih kehidupanku lebih membaik setelah mengalami kelesuhan akan rasa bangga :’)

Untuk mengawali kembali postingan yang sebelumnya pernah terposting (wadaw), aku mencoba tuk memberi kisah awalan

  1. Bulan Mei, Aku gagal lolos OSN (Olimpiade Sains Nasional) dan NSDC (National School Debating Championship). Yaa sebenarnya aku sadar diri, mengingat pengalamanku untuk mengikuti lomba serupa masih belum banyak. Apalagi persiapan yang dadakan karena sehari setelah mengikuti OSN tingkat provinsi, aku langsung mengikuti seleksi NSDC tingkat provinsi pula. Tuhan memang heartshaker bagi hambanya yang giat berlomba, dimana mereka selalu diberi tahu rasa atas nikmatnya kalah dan menang.
  2. Bulan Juni-September, kembali mencoba tuk bertarung dalam OPSI (Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia). Bersama Gunawan, partner lomba yang sedia diteriakin dan diajak lari kesana-kemari (biasa kalau lagi panik apapun jadi deh hehe). Pada awalnya kami optimis kalau penelitian kami tentang komunitas Hindu Madura di Gresik mampu mengglorikan kami di tingkat nasional. Tetapi sekali lagi, Tuhan mengkocak-kocok ketabahan hati kami. Ada sebuah insiden yang mengantarkan kami pada kegagalan (lagi). Kami salah upload file :(( dan akhirnya tidak lolos. Betapa cerobohnya kami, itu satu” nya kesempatan kami untuk bisa ikutan OPSI di tahun terakhir sekolah. Kami pun menangis berjamaah di perpustakaan sekolah (well, walau nangisnya ditahan-tahan biar dikira anak strong). Yang menjadi imam nangisnya ya Gunawan wkwkwk. Saya sempat menyalahkan pembimbing kami yang saat itu kami anggap tidak memperhatikan serta mengkoreksi penelitian dengan baik (yang mengakibatkan insiden salah upload). Tentu pembimbing kami tidak terima, tapi saya pun akhirnya ikhlas untuk mengalah oleh keadaan. Gunawan nampaknya berusaha tuk menerima semua cobaan itu. Padahal jujur saya, Gun, aku ingin membantumu mencapai mimpi untuk mengikuti kompetisi nasional. Aku ingin kita diingat sebagai bukti persahabatan dan persekutuan IPA x IPS smansagres (Saya anak IPA, Gunawan IPS). Mengingat di SMA kami jarang ada tim lomba yang beranggotakan siswa yang berbeda jurusan. Kami ingin menunjukkan kerekatan kami. Sekali lagi, waktu kami untuk menang belum tiba saatnya.

Teringat saat malam pengumuman finalis OPSI 2017, aku ragu untuk lolos. Ternyata, aku (kami) memang gagal lagi! Berlian cair mulai keluar dari bola mata. Berharap kapan kami bisa mengalungi medali :’)

 

 

Mengejar Utopia dalam Distopia

     Sengaja aku menulis cerita ini. Aku hanya ingin menghargai pertemanan yang sudah kita anyam selama ini. Memang bagi beberapa orang hal ini tampak biasa-biasa saja. Justru dalam pertemanan ini, aku menemukan apa yang tak pernah diperoleh dari teman yang lain.

     Nama nya mas Erald David Sibatuara. Yap, dia adalah seniorku (kakak tingkat diatas ku dua tahun). Woo… dia lebih tua dari aku tapi semangat dan gaya berpikir nya benar-benar selaras dengan apa yang aku alami. Aku kenal mas Erald saat aku kelas 10. Itupun bertemu nya secara tak sengaja di perpustakaan. Yaa kakak ku yang satu ini memang fanatik dalam membaca buku, terutama buku motivasi, biografi, filsafat, dll. Bagi anak seumuran nya, dia adalah anak yang berbeda (hal ini yang aku patut teladani dari mas Erald). Di saat teman-teman nya sibuk merencanakan jadwal nonton film, nge hang out bareng, sampe-sampe nentuin rencana dating (bagi yang udah punya gebetan) mas Erald memang sering menghabiskan waktunya untuk membaca buku, artikel mengenai motivasi, dan bacaan berbobot lainnya. Dia juga suka melihat video TED di YouTube. Dari situlah kita saling menyadari bahwa kita juga memiliki hobi yang sama, membaca buku dan pencandu hal-hal yang dapat memotivasi diri.

    Well, walaupun aku lebih muda dari mas Erald, aku tetap nyaman berteman dengan nya karena dia selalu, memberikan aku berbagai saran disaat sedang gloomy atau spaneng akan berbagai hal wkwkwkwk.

     Kita juga sering mendiskusikan berbagai hal, bahkan kita sering mengharapkan berbagai keindahan hidup dalam kekacauan hidup. Hal tersebut yang mendasari judul dari tulisan ini. Ketawa enggak jelas hingga ejekan receh terlontar ke berbagai sudut pembicaraan kita :v.

     Semoga kita tetep berteman terus ya mas 😀 kalau udah sukses jangan lupa saling membantu dan keep down to earth. Tetep rajin membaca dan senang berteman denganku :p

Sukses buat mas Erald si calon pebisnis muda, aminnn

Lumajang, 23 Juni 2017 (Aku lagi mudik mas makanya gak di Gresik wkwkwk)

Kisah Mengikuti Parlemen Remaja 2016) – PART 1

     Salut! Ketemu lagi dengan edelweiss  Edeliya :D. Maaf ya kalau aku emang jarang nge post tulisan. Soalnya aku sibuk dengan persiapan OSP 2017 dan NSDC 2017 tingkat provinsi. Yahhh Walaupun pada akhirnya gagal, Allah pasti ngasih kemenangan di masa depan nanti :). Sesuai janjiku yang terdahulu bakal ngepost pengalaman parja 2016, kali ini aku akan menceritakan kisah awal dari aku bisa mengikuti kegiatan Parlemen Remaja 2016. Disimak ya genks…..

(Prolog)

     Sejak TK sampai SMA aku memang sering mengikuti banyak perlombaan. Seperti lomba mendongeng dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, lomba da’i, olimpiade IPA, olimpiade bahasa Inggris, siswa berprestasi, duta lingkungan, duta kesehatan, debat bahasa Inggris, hingga OSK dan OSP. Tapi semuanya masih tingkat kecamatan, kabupaten, hingga provinsi. Ku tak pernah menjuarai event perlombaan besar seperti yang diadakan oleh kementrian negara. Boro-boro menang, mencoba saja pun sering gagal. Intinya, walaupun aku ikutan banyak jenis lomba yang menang yaaa bisa dihitung pake biji tasbih :v. Aku sempet sedih dan minder dengan teman-temanku yang bisa menjuarai lomba tingkat nasional, kenapa aku enggak bisa seperti mereka. Hingga pada suatu hari, aku mulai memahami apa manfaat dari ikutan banyak lomba saat Allah memberikan aku kesempatan mengikuti Parlemen Remaja 2016. Dan saat itulah Allah mengubah diriku yang pada awalnya biasa-biasa saja menjadi someone who could conquered all of her fears. 

Remember, Allah makes everything beautiful when its time 😀

     Pada hari Kamis di sekitar pertengahan bulan September 2016, kala itu aku sedang mengikuti pelajaran sekolah yang sebenarnya biasa-biasa saja. Pagi itu langit memasang muka kelam dengan tekstur bergumpalannya yang kusut (a.k.a mendung :v). Jam pertama adalah pelajaran Sejarah Indonesia. Yahhh walaupun aku suka dengan pelajaran sejarah, tapi saat itu terasa biasa-biasa saja. Jam pelajaran sejarah pun berakhir, saat itu Pak Chabib bergegas untuk keluar kelas. Tiba-tiba Pak Chabib memanggil namaku. Hahh tumbenan aja aku dipanggil, enggak biasanya. Akhirnya aku pun menghampiri beliau. Ternyata Pak Chabib menawarkan aku untuk mengikuti sebuah event yang diadakan oleh DPR RI. Awalnya Pak Chabib tak begitu mengerti dengan event nya sehingga aku pun dianjurkan untuk menemui Pak Jaenuri. Thanks to Pak Chabib, Pak Jae, dan Pak Pri engkaulah yang berjasa dalam membantu mewujudkan impianku :’). Akhirnya aku pun pergi menghampiri pak Jae yang kebetulan sedang mengajar di kelas XI MIPA 6 (untung nyamperinnya pas udah waktu istirahat jadi lebih enak deh ngobrolnya). Beliau akhirnya bilang kalau ada pembukaan pendaftaran Parlemen Remaja 2016. Aku disuruh nge check website nya saat itu. Akhirnya aku check deh. Ehhh ternyata pembukaan pendaftarannya masih belum dibuka. 

kk.JPG
Penampilan dari website Parlemen Remaja (parlemenremaja.org)

 

ll
Info yang tertera di website Parlemen Remaja

     Kutunggu pembukaan pendaftaran dengan sabar. Sambil nunggu pembukaan, aku pun berusaha mencari info mengenai Parlemen Remaja 2012 hingga Parlemen Remaja 2015. Ternyata kegiatannya asyik juga ya. Kalau lolos, semua akomodasi peserta akan ditanggung oleh panitia, mulai dari tiket pesawat, tempat tinggal peserta selama kegiatan, konsumsi, merchandise, dll. Wew! aku pun langsung tertarik untuk mendaftar. 

   Akhirnya pembukaan pendaftaran Parlemen Remaja dibuka! Aku pun langsung mencermati dengan teliti setiap persyaratan yang dibutuhkan. Tancapppp gasss bosquuu…. hehehehe. Kalau penasaran dengan persyaratannya, kuy lihat foto dibawah ini.

Poster-Parja-2016.jpg
Poster Parlemen Remaja 2016 (Ingat tiap tahun persyaratannya bisa jadi beda yaaa. So baca setiap persyaratannya dengan teliti)

     Aku pun langsung membuat essai Parlemen Remaja 2016. Kalau mau tau essai ku, monggo cek postingan aku yang sebelumnya ;). Tiap hari aku rela mengerjakan essai ku dengan semangat. Jika muncul ide di kepala, langsung saja kubuka laptop dan ku tulis ideku. Berkali-kali aku harus merevisi essai  karena banyak nya kesalahan. Tapi aku tak patah semangat. Untuk bahan materi pendukung essai, aku mencarinya di buku bacaan, internet, bahkan meminta saran kepada orang-orang yang lebih berpengalaman dalam membuat essai maupun karya tulis ilmiah. Kira-kira aku membutuhkan waktu dua minggu untuk menyelesaikan essai tersebut. Pokoknya sekitar H-7 deadline aku sudah menyelesaikan essai ku (aku buru-buru bikin essai soalnya bakalan berangkat study tour sekolah ke Bali). Alhamdulillah… essai ku sudah selesai. Setelah itu essai beserta persyaratan lainnya segera aku kumpulkan sebelum deadline pada tanggal 15 Oktober 2016.

    Tanggal 15 Oktober pun telah berlalu dengan cepat, bagaikan kereta shinkasen yang melesat dengan cepat sekali. Akhirnya datanglah tanggal 24 Oktober 2016. Saat itu aku sedang berada di kelas menyendiri untuk mengaji (cielaahh). Perasaanku saat itu terasa tak berwujud sesuatu yang jelas. Benar-benar tak karuan. Aku merasa resah menunggu hasil pengumuman Parlemen Remaja 2016. Dari pagi sebelum berangkat ke sekolah aku sudah bolah-balik mengecek website Parlemen Remaja 2016. Tapi tak ada update an informasi terbaru. Di kolom media sosial Facebook Parlemen Remaja 2016 pun banyak pendaftar yang bingung dan membombardir admin dengan berbagai macam pertanyaan mengenai pengumuman Parlemen Remaja 2016. Sesungguhnya saat itu aku sudah tak berkonsetrasi mengikuti pelajaran, tetapi guru ku saat itu berhasil menenangkanku dan menyakinkan aku bahwa aku akan lolos Parlemen Remaja 2016. Widihhhh seneng banget rasanya kalau ada orang yang berhasil meyakinkan diriku akan lolos Parlemen Remaja 2016. Tapi ya sama saja kalau belum ada hasil yang pasti, menunggu itu rasanya pfttt……..

    Malam harinya, aku pun kembali mengecek website Parlemen Remaja 2016. Setelah ku buka…… weehhh permisahhhh! ternyata server websitenya nge down -__-. Memang sebelum pengumuman selalu saja ada hard times nya (mohon sabar ini ujian). Daripada pusing nunggu pengumuman yang tak kunjung kelar, ku putuskan untuk tidur. Keesokan harinya (Tanggal 25 Oktober 2016, lewat sehari dari waktu pengumuman yang sebenarnya), aku membuka website Parlemen Remaja 2016 untuk kesekian kali nya. Astaghfirullah… websitenya masih tetep nge down dan otomatis gabisa diakses. Cobaan sedang melanda umat pendaftar Parlemen Remaja 2016 wkwkwkwk. Aku pun mencoba untuk fokus pada pelajaran sekolah di hari itu. Doa pun senantiasa kupanjatkan kepada Allah agar aku bisa lolos ke event yang sangat kudambakan tersebut. Kapan lagi aku bisa ikutan kalau enggak sekarang?. Aku pun ingin memiliki kesempatan untuk mengikuti event tingkat nasional yang selama ini belum pernah terwujud. 

     Akhirnya di malam tanggal 25 Oktober 2016 pengumuman Parlemen Remaja 2016 dipublikasikan di website nya. Hmmmm aku gugup banget saat itu. Kalau lolos ya tentu Alhamdulillah seneng banget, kalau enggak lolos itu lho yaa yang rasanya sedih sekali hehe. Sekitar pukul 8 malam aku pun tertidur (padahal kata admin di Facebook, pengumuman diumumkan sekitar jam 8an malam). Tiba-tiba aku terbangun di sekitar jam 10an malam. Tapi entah kenapa aku tertidur kembali (rasa kantuk akan mengalahkan segalanyaa wahahaha). Weitss… aku pun terbangun saat jam 1an malam. Saat aku hendak sholat Tahajjud, aku putuskan untuk membuka website Parlemen Remaja 2016.  Perasaanku wes ndak enak kabeh. Saat aku buka ehhh… ternyata beneran udah muncul pengumuman nya T_T. Ku mulai men scroll nama dan asal provinsi para peserta yang berhasil lolos ke Parlemen Remaja 2016. Terus ke bawah…. ke bawah, masih belum ku temukan nama ku. Tiba-tiba Aku melihat huruf kapital “E” terpampang di daftar peserta yang berhasil lolos. WAHHHH BENAR SAJAA TERNYATA EDELIYA RELANIKA PURWANDI asal Provinsi Jawa Timur……..

ii.JPG
Daftar Peserta Parlemen Remaja 2016 (Aku lolos gan :D)

pp.JPG
Ucapan selamat kepada para peserta yang berhasil lolos Parlemen Remaja 2016

Alhamdulillah!!!! ^_^

    Aku tak bisa berkata apa-apa saking senang nya. Aku pun berjingkat-jingkat kegirangan sampe aku teriak-teriak saat tengah malam (Tetanggaku pasti mikir ini anak kesurupan apa gimana yaa kok teriak-teriak pas tengah malam). Saking senang nya aku membangunkan ibu ku yang  terlelap dalam tidur nya. Ku bilang pada ibuku bahwa aku berhasil lolos Parlemen Remaja 2016. Aku dan Ibu ku merasa sangat senang bersyukur kepada Allah karena telah memberikanku kesempatan untuk mengikuti Parlemen Remaja 2016 sekaligus menjadi event nasional pertama yang aku ikuti. 

    Esok hari tanggal 26 Oktober 2016, aku memberitahu kepada Pak Jae dan Pak Chabib bahwa aku berhasil lolos ke Parlemen Remaja 2016. Beliau merasa senang sekali dan memberikan ucapan selamat kepadaku sampai-sampai Pak Chabib masih tidak bisa percaya bahwa aku berhasil lolos, termasuk Pak Pri juga.

    Akhirnya Bapak Suswanto (Kelapa sekolah SMA Negeri 1 Gresik) mengucapkan selamat kepadaku. Guru-guru lain pun mulai mengetahui berita kelolosan ku dalam Parlemen Remaja 2016. Mereka memberikan ucapan selamat kepadaku. Tak terkecuali dengan teman-temanku, mereka juga turut memberikan ucapan selamat. Keluarga di rumah sudah jelas memberikan aku selamat, tetanggaku juga ikutan ngasih selamat nih yuhuuu. Alhamdulillah aku berhasil membuka sejarah baru di SMA Negeri 1 Gresik, karena aku lah siswa pertama yang berhasil lolos  ke Parlemen Remaja 2016. Oleh karena itu aku turut mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah memberikan aku dukungan dan masukan sehingga membuat ku menjadi orang yang lebih baik. Okee kawan, sampai disini dulu ya cerita nya. Nantikan kisah selanjutnya di part-part yang berikutnyaaa………

(Epilog)

     Sebelum mengilang, aku bakal ngasih kutipan dari seorang pujangga Prancis, Paul Valéry . Kutipannya mungkin bisa memberikan kalian motivasi bahwa kita harus berani mencoba segala sesuatu walaupun kita belum pernah ataupun berpengalaman dalam melakukannya :). Ternyata manfaat dari aku ikutan banyak lomba adalah menjadikan aku sebagai anak yang kuat dan siap menghadapi semua kemungkinan baik maupun buruk.

“Le vent se lève, il faut tenter de vivre”
“The wind is rising! We must try to live”

Sampai jumpa di postingan ku yang selanjutnya……